0

Anak Muda Pimpin PKS Kalteng

 

Heru DPW Kalteng

PKS Riyadh – Heru Hidayat, ST, kelahiran Cimanggu, 26 April 1980 terpilih sebagai ketua umum DPW Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Tengah periode 2015-2020 dalam musyawarah wilayah (muswil) yang digelar beberapa waktu lalu.

Bagi pria yang menikah dengan perempuan Dayak ini, dunia aktivis bukan hal baru. Ia mulai aktif berorganisasi sejak SMA. Ketika kuliah di Universitas Palangka Raya dan Short Course di National University Of Singapore ia pun tetap aktif di berbagai kegiatan dan organisasi. Keterlibatannya dalam dunia politik adalah sejak tahun 1999. Ia bergabung di Partai Keadilan yang kemudian berubah nama menjadi PKS.

Karirnya di PKS dimulai dari staf sekretaris, ketua Bidang Kepeloporan Pemuda, Bidang Kepanduan, Sekretaris dan kini diberikan amanah sebagai Ketua Umum DPW PKS Kalteng periode 2015-2020 setelah melalui tahapan pemilihan internal partai dan pertimbangan dari DPP PKS.

Heru pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah selama satu tahun empat bulan karena pengganti antar waktu (2013-2014). Selain sibuk mengurus partai, sosok muda energik ini juga aktif menulis. Juli 2014 buku karyanya dengan judul “Membangun Energi dan Karakter Positif” telah terbit. Tak lama lagi buku ke-2 nya adalah kumpulan pengalaman selama menjadi anggota DPRD Kalteng, insya Allah akan menyusul. Heru berharap kelak buku tersebut menjadi bahan bacaan yang positif dan edukatif bagi siapapun generasi yang akan datang.

Canangkan 3A

Menghadapi tugas berat, pengurus baru DPW PKS Kalteng periode 2015-2020 mencanangkan 3A yakni Adil, Aktif dan Aksi. Pola 3A dalam gerakan PKS ini disampaikan oleh Heru Hidayat saat pidato politik pertama setelah dikukuhkan sebagai ketua umum DPW PKS Kalteng.

“Amanah yang diberikan ini sangat berat, maka kami harus memulainya dengan basmalah, semoga Allah Swt memberikan kekuatan kepada kita semua. Mari kita songsong masa depan PKS ini menjadi lebih baik dan tumbuh berkembang di Kalimantan Tengah,” ujar Heru mengawali pidatonya.

Memimpin partai dakwah tentu bukan tugas ringan. Karena itu ia pun mengenalkan pola 3A dalam memimpin partai.

A pertama adalah Adil, sebaiknya kader PKS menggunakan pola adil dalam melihat, mengamati, dan bertindak secara objektif dalam kerangka dakwah agar ini menjadi kekuatan penyemangat dan motivasi untuk terus berbuat baik. Jika ada yang mengkritik, memberikan saran, harus melihatnya secara adil. Jika kritik itu konstruktif maka kita patut berterima kasih, karena itu kebutuhan bagi PKS untuk terus memperbaiki. “Namun jika tidak sesuai dengan dakwah kita, maka patut kita abaikan sehingga kita bisa fokus pada kerja dan upaya dalam agenda dakwah ini,” ujarnya kepada para pengurus dan kader.

A yang kedua yaitu aktif. Jika ingin perubahan ke arah yang lebih baik, maka kader PKS harus aktif untuk terus berbuat baik. Kader PKS juga harus aktif menjalin kerjasama, kemitraan dalam berbagai isu bersama yang disepakati untuk kebaikan.

Dan A yang ketiga adalah Aksi. “Berkumpulnya kita, berpikirnya kita, dan rencana program kerja yang nantinya akan kita rancang harus diikuti dengan aksi, jika kita ingin melakukan perubahan maka memerlukan aksi nyata secara berkesinambungan. Maka kita harus terus melakukan aksi-aksi kebaikan secara luas sesuai kemampuan untuk turut berkontribusi bersama masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Aksi nyata itu pun telah diwujudkan PKS dalam berbagai gerakan sosial, dan yang terdekat kita membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Jajaran pengurus beserta kader turut ikut dalam mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan beberapa hari sebelum pelaksanaan Muswil.

(pkspiyungan)

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *