0

Gara – Gara Bekam

Bekam PKS. Sumber : Tempo

Bekam PKS. Sumber : Tempo

Gara-gara bekam, Alhamdulillah, frekwensi berkunjung ke dokter jadi berkurang, kecuali ke dokter gigi-karena satu-satunya yang ahli menambal gigi hanyalah dokter gigi. Hanya saja seiring dengan semakin rajin dan rutin berbekam, ternyata frekwensi sakit gigi sekarang juga tambah berkurang. Artinya frekwensi berkunjung ke dokter gigi kian jarang. Apa mungkin karena bekam ? Sangat mungkin. Bukankah memang sakit gigi bisa disembuhkan dengan bekam ? Atau apa mungkin karena gigi yang berlubang sudah ditambal semua ? Mungkin juga. Nah dengan bekam, gigi yang sudah ditambal dan berpotensi kumat, menjadi berkurang potensi kumatnya. Wallaahu a’lam. Paling tidak itulah yang saya amati dan rasakan.

Gara-gara bekam, berbagai penyakit ringan jadi sembuh dengan sendirinya, tentu dengan ijin Allah. Contohnya ? Masuk angin, mabuk di perjalanan, anyang-anyangen, gatal-gatal, pegal-linu, dll. Dulu hampir tiap bulan masuk angin, dan sebagai solusinya adalah kerokan. Sembuh. Makanya dulu sering kerokan. Konon kalau tidak dikerok, masuk anginnya tidak sembuh-sembuh. Entahlah. Sekarang alhamdulillah sudah tidak pernah kerokan lagi. Jadilah uang koin pengangguran tetap, karena sudah tidak ada lagi kerjaan seperti dulu. Dulu hampir tiap kali naik mobil/bis sering muntah, bahkan yang ber AC sekalipun, makanya suka bawa kresek/kantong plastik, biar muntahannya bisa langsung dibuang dan tidak mengotori lantai mobil, juga biar aromanya tidak kemana-mana, agar orang-orang disekitarnya terselamatkan dari aroma yang menyesakkan dada itu. Sekarang alhamdulillah mabuk kendaraan sudah jadi kenangan masa lalu. Dulu suka bolak-balik ke kamar mandi buat buang air kecil. Sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Tidur juga kurang nyaman. Bayangkan di malam hari-dari menjelang tidur sampai menjelang bangun-bisa bolak-balik ke kamar mandi sampai 3 kali. Capek bukan ? Sekarang alhamdulillah  bisa nyenyak tidur sampai menjelang subuh dan tidak ada gangguan.

Gara-gara bekam, frekwensi minum obat jadi berkurang. Memang obat-obatan saya rasakan mempunyai efek samping meskipun kecil/sedikit. Diantaranya ; tidur terus, atau malah tidak bisa tidur seharian/semalaman, susah bab (buang air besar) pada pagi harinya, dll. Bahkan suntik/pil KB pun ada efeknya, antara lain ; muka jadi banyak jerawat, pusing datang dan pergi. Hanya saja efek obat pada setiap orang mungkin berbeda. Banyak pasien, semenjak mengkonsumsi obat KB jadi sering pusing. Bekam insyaAllah bisa membantu menyembuhkan atau paling tidak mengurangi rasa pusing itu. Tetapi akan lebih efektif lagi jika penyebab dari pusing-pusing itu dihilangkan terlebih dahulu. Artinya stop suntik/minum pil KB. In syaa Allah tanpa bekampun, pusing akan sembuh dengan sendirinya. Wallaahu a’lam.

Gara-gara bekam, badan, mata dan kepala yang awalnya berat jadi lebih ringan dan segar, tidur jadi lebih nyenyak, makan juga jadi lebih lahap. Karena apa ? Biasanya pasca bekam, perut jadi lapar, dan mata jadi mengantuk. Efek yang wajar. Bahkan beberapa kali terjadi pasien tidur ketika bekam masih berlangsung, dan harus dibangunkan ketika bekam sudah selesai.

Gara-garam bekam, jadi bisa menangani pasien yang pingsan. Caranya ? Tidurkan dengan kepala tanpa bantal dan angkat kaki agak tinggi sehingga posisi kaki lebih tinggi daripada bagian tubuh yang lain. Biarkan sebentar. In syaa Allah pasien yang pingsan akan segera siuman. Kenapa pasien pingsan ? Banyak sebab, diantaranya ; mungkin tekanan darahnya rendah, mungkin anemia, mungkin terlalu banyak titik bekam, mungkin sedang puasa, atau mungkin pula sedang haidh, dll. Solusinya ; Jika pada pasien ada salah satu atau beberapa dari ciri-ciri diatas, maka posisi pasien ketika dibekam sebaiknya tidak duduk, melainkan tengkurap/telentang. Hal ini agar pasien tidak pingsan. Selain itu juga, titik bekam jangan terlalu banyak. Posisi duduk sangat dianjurkan jika pasien tekanan darahnya normal.

Gara-gara bekam, jadi punya kesempatan membekam beberapa orang dokter. Dalam catatan saya ada tiga dokter. Satu dari Mesir, satu dari Indonesia, dan satu lagi dari Syuriah. Awalnya dokter yang dari Mesir menelpon menanyakan kapan saya punya waktu membekamnya. Setengah percaya, saya balik bertanya ; “Anda dok ?  Minta dibekam ? Serius ?” Dokter menjawab ; “Na’am”. Saya diminta datang ke ruang prakteknya di sebuah klinik dengan tanpa membawa apa-apa, karena peralatan bekam sudah disediakan semua, dan jika butuh sesuatu tinggal bilang saja. Ternyata dokter ini tahu dan faham bekam, hanya saja beliau tidak mau  membekam dengan alasan darah. Lho, bukankah profesi dokter yang paling sering berhubungan dengan darah ? Entahlah. Saya tidak bertanya-tanya lagi. Esok sorenya, Selasa 26 Maret 2013, saya segera  datang ke Klinik. Dokter menyambut kedatangan saya dan mempersilahkan saya masuk ke ruangannya, seraya memberi tahu peralatan yang sudah dipersiapkan, kemudian bertanya ; ”Apa lagi yang  kamu butuhkan ?” Saya melihat sebentar ke arah peralatan yang tersedia, dan tidak melihat ada tissue disana, maka jawab saya ; “Tissue dok”. Dokter kemudian keluar ruangan untuk mengambil tissue dan kembali lagi dengan membawa tissue.  Aha, untuk sementara sekarang dokter itu menjadi pasien (bekam) saya di ruang prakteknya. Biasanya saya-lah yang menjadi pasiennya.  Kurang lebih satu jam bekam selesai. Saya segera berpamitan, karena pasti ada pasien yang sudah menunggu diluar untuk berobat atau berkonsultasi. Dan benar, ketika saya keluar pasca membekam dokter, ternyata sudah banyak pasien yang antri di ruang tunggu. Sebelum saya keluar ruangan, dokter memberi saya hadiah buku-buku tentang bekam-dalam bahasa Arab tentunya. Terimakasih dok, semoga bukunya bermanfaat. Sekarang, alhamduillah saya sudah jarang sekali berkunjung ke dokter Mesir itu. Hanya kadang-kadang konsultasi via whats app dan sesekali via telpon jika ada permasalahan tentang bekam yang ingin saya tanyakan.

Gara-gara bekam, jadi tahu bahwa ternyata penyakit tremor itu bisa disembuhkan dengan bekam. Kemarin hari Rabu 1 Juli 2015 ada pasien yang kedua tangannya bergerak/bergetar terus dan tidak bisa berhenti. Tangan kiri lebih parah daripada tangan kanan. Getarannya lebih hebat. Setelah dibekam di kepala, getaran ditangannya perlahan-lahan melemah, dan akhirnya benar-benar berhenti. Subhaanallah…

Gara-gara bekam, frekwensi lupa jadi berkurang. Dulu sering ketinggalan barang di taxi jika pergi naik taxi. Akhirnya mau tidak mau harus rela kehilangan barang yang ketinggalan itu. Sekarang alhamdulillah sudah jarang sekali ketinggalan barang.

Gara-gara bekam, kesibukan, pengetahuan, pengalaman dan kenalan jadi bertambah, pun perbendaharaan bahasa. Komunikasi dalam bahasa Arab, baik tulisan maupun ucapan-alhamdulillah- bertambah lancar. Bagaimana dengan komunikasi dalam bahasa Inggris ? Meski masih belepotan, tapi setidaknya ada peningkatan.  Walau sedikit, tapi yakin sajalah, lama-lama akan jadi bukit. Trust me !  Bahasa itu, ternyata kuncinya adalah berani bicara dan banyak praktek.

Gara-gara bekam, jadi punya peluang menolong orang lain/sesama teman yang ingin dibekam. Konon mencari tukang bekam perempuan itu susah-susah gampang. Ada tapi jarang. Nah kalau kita sendiri yang jadi tukang bekam itu, maka kita bisa berbekam kapan saja kita inginkan. Alhamdulillah beberapa pasien sudah bisa bekam sendiri, sehingga bisa membekam dirinya dan keluarganya.

 

 

Riyadh, 20 Ramadhan 1436 H

Ummu Fikri

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *