0

Mungkinkah mengembalikan Yerusalem ?

Oleh : Abu Kautsar

Salah satu Pengurus DD PKS Riyadh

Dalam buku yang berjudul Hakikat Protokol Zionis penulis asal Slavia “Gregory Bostonich” pernah membuat karikatur orang Yahudi sebagai seekor ular setan yang melingkari Eropa dan pandangan matanya mengincar Konstantinopel (Istanbul) namun ular setan itu tidak berhasil karena Turkey masih di kuasai bani Ustmani. Baru bisa terjadi pada saat Turkey di pegang oleh Yahudi berdarah mongol “Musthafa kemal Attatruk” dan dari sanalah Palestina dapat di kuasai oleh bangsa Yahudi dengan sangat mudah.

Bangsa Yahudi memilih Palestina bukan karena tambang yang dihasilkan dari laut mati bernilai 3 milyar dolar, bukan pula karena cadangan minyak yang ada di Palestina diperkirakan melebihi yang ada di Amerika utara dan Selatan, tetapi yang paling utama adalah karena mereka berpegang teguh pada ajaran taurat dan yang kedua adalah karena Palestina adalah titik pusat yang paling vital bagi kekuatan dunia dan merupakan pusat strategis kemiliteran yang bisa di jadikan tonggak untuk menguasai dunia.

Yurussalem sudah dijadikan Ibukota Israel, inilah muara dikacaukanya negara-negara Arab dengan nama “Arab Spring”

Peristiwa-Peristiwa besar seperti Arab Spring bukanlah peristiwa politik yang kebetulan, tapi ada kekuatan tersembunyi dan kekuatan tersembunyi bisa jadi disebabkan oleh negara Paman Sam dan Israel. Dua negara tersebut kedekatnya bagai anak dan bapak yang tidak bisa di pisahkan, kebijakan politik luar negerinya bagai pisau tajam bermata dua. Dua negara tersebut sampai kapanpun akan selalu bekerja sama dengan cantik dan apik demi tercapainya negara Israel Raya untuk keberlangsungan bangsa Yahudi.

Ahli kitab dan sekutunya akan selalu bahu membahu untuk mengkerdilkan keberadaan dan peran ummat Islam dan itu sudah menjadi cita-cita mereka sejak ratusan tahun silam.

Akan tetapi Al-quran sudah lebih dulu mengingatkan ummat Islam akan sifat dengki mereka

ولن ترضى عنك اليهود ولاالنصارى حتى تتبع ملتهم [البقرة : ١٢٠]

“Tidak akan ridha atas kamu Yahudi dan juga Nasrani sampai kamu mengikuti millah mereka”

Grand desain akan selalu di ciptakan untuk terus mengacaukan geopolitik sampai umat Islam kehilangan rasa empati dan pedulinya kepada penderitaan ummat Islam lainnya.

Kemudian di ciptakanlah isu TERORIS disusul dengan isu ISIS adalah tahapan-tahapan untuk memperdaya dan mengadu Domba ummat Islam, dengan dua isu tersebut ummat Islam berhasil diperdaya dan saling memerangi sesama umat Islam, ummat Islam saling menyerang dan menghujat. Cara berpikir ummat Islam banyak yang teracuni subhat, ragu dan rancu akan kebenaran Islam karena setiap hari di pertontonkan kekacauan dan pembunuhan antar ummat Islam. Tragedi-tragedi kekerasan selalu di nisbatkan kepada ummat Islam.

Ironisnya sebagian umat Islam ada yang meyakini bahwa bangsa Yahudi lebih berhak dari ummat Islam akan Tanah Al-Quds padahal ummat Islamlah yang lebih berhak karena Masjidil Aqsa di bangun oleh Nabi Ibrahim Alaaihissalam empat puluh tahun setelah membangun masjidil haram, sebagaimana hadits Rasulullah SAW :

عن أبي ذر رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله : أي مسجد وضع أول ؟قال :المسجد الحرام ،قلت : ثم أي ؟ قال :ثم المسجد الاقصى ، قلت: كم كان بينهما ؟ قال :أربعون سنة ،ثم أينماأدركتك الصلاة بعد فصله فإن
الفصل فيه { رواه مسلم}

“Dari Abi Darr Radiyallahu anhu berkata: aku telah berkata wahai Rasulullah Masjid apakah yang pertama kali di bangun ? Rasulullah SAw menjawab : Masjidil haram, lalu Masjid apa? Rasulullah menjawab : lalu masjidil aqsha, Lalu Abi Darr bertanya lagi “berapa jarak antara keduanya di bangun? Rasulullah SAW menjawab : empat puluh tahun.
{HR.Muslim]

Dan isu terkahir yang masih segar dalam ingatan kita adalah mereka dua kelompok gerakan Islam HAMMAS di palestina dan IKHWANUL MUSLIMIN di Mesir, dua gerakan Islam tersebut yang masih sangat konsisten membela Palestina karena kekonsistennya di katagorikan sebagai kelompok gerakan teroris. Ironisnya negara-negara khalij yang di harapkan menjadi benteng terakhir pembela Palestina mengamini grand desain negeri paman sam dan sekutunya dengan arogan.

Yerusalem sudah di tanda tangani sebagai ibukota Israel mungkinkah bisa di batalkan? Rasanya secara de facto dan logika manusia sulit terjadi, sekalipun ummat Islam demo melebihi besarnya demonstrasi 212.

Peristiwa ini sebenarnya bukanlah buah kepiawaian dari grand desainnya, tapi ummat Islamlah yang terlalu lama terlelap dan terlena dengan jumlah yang banyak dan selama bertahun-tahun ringkih iman berita-berita dari Al-Quran seputar sifat dan watak ahli kitab yang akan selalu menyimpan dendam dan kedengkian sejak Rasulullah SAW di angkat sebagai Rasul.

Dan sampai hari ini banyak Umat Islam yang tidak percaya bahwa Yahudi akan selalu berusaha menguasai dunia dan ummat Islam khususnya dengan jalan melakukan kejahatan kemanusiaan atas nama TERORIS dan ISIS.

Semua peristiwa tersebut adalah bagian dari fitnah diantara fitnah-fitnah yang terjadi zaman ini. Sebagai umat Islam hendaklah menanamkan rasa percaya diri bahwa ujian ini akan membawa ke arah perubahan yang lebih baik. Ujian ini semakin membuat persatuan umat Islam menjadi kokoh sampai hari kiamat karena hari kiamat tidak akan terjadi sampai umat Islam membuat Yahudi ketakutan sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون حتى يختبي اليهودي من وراء الحجر والشجر،ويقول الحجر أو الشجر : يا مسلم يا عبد الله هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله إلاالغرقد فإنه من شجر اليهود [رواه مسلم]

“Dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : tidak akan terjadi hari qiamat sampai kaum muslim dan orang Yahudi saling membunuh, lalu membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon dan berkatalah batu dan pohon : wahai muslim. Wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku kesinilah lalu bunuhlah kecuali garqad karena dia termasuk pohon Yahudi” [HR.Muslim]

wallahu ‘alam bisowab.

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *