0

Program “Posko Mudik PKS” dan Keteladanan Politik Pelayanan PKS

Ki-ka : Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufrie, Mustafa Kamal.

Ki-ka : Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufrie, Mustafa Kamal.

Oleh Aji Teguh P*

Pada musim Mudik tahun 2016, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) mengadakan sebuah program nasional serentak se-nasional, yaitu “Posko Mudik PKS”. Sebuah program yang sejatinya telah menjadi agenda tahunan, namun beda pada tahun ini, PKS memberikan prioritas program mudik dalam level gas poll atau maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Bahkan, dari kader, simpatisan, bahkan hingga anggota dewan PKS terjun langsung dalam melayani pemudik di posko posko di daerah.

Pada tahun 2016 ini pula, jumlah posko mudik PKS yang berjumlah 81 posko yang tersebar di 16 provinsi di pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi [1] merupakan jumlah posko terbanyak yang pernah diadakan PKS.

Dalam rilis resmi dari humas PKS, tercatat sebanyak 30.171 (90% data yang telah terkumpul) pemudik di seluruh Indonesia yang telah tersentuh pelayanan dari posko mudik PKS. Dari lebih 30 ribu pemudik yang terdata, sekitar 10 ribu pemudik menggunakan layanan istirahat gratis, 1.278 menginap, 13 ribuan menggunakan fasilitas toilet, 997 pemudik yang sakit dengan layanan kesehatan, 782 pemudik dengan layanan pijat, dan sekitar 5 ribu pemudik mendapatkan snack/biskuit gratis. [2]

Tidak sampai disitu, sekitar 8.800an orang minum air mineral dan kopi gratis dan sekitar 12 ribuan pemudik mendapatkan ta’jil dan sahur dari Posko Mudik PKS [3], semua free, alias gratis tis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Apa arti dari angka angka pada posko mudik PKS ini?

Yudi Latif menyebutkan, politik sebagai ikhtiar merealisasikan harapan kebahagiaan, yang hanya bisa diwujudkan dengan bergotong royong dengan mengembangkan politik pelayanan [4], inilah yang ingin dicapai oleh PKS. Banyak dari kita yang menganggap bahwa peran parpol di Indonesia hanya cukup sebatas politik di pemerintah (kekuasaan), dan legislatif saja dalam lingkup pilkada dan pemilu. Inilah anggapan keliru yang patut kita luruskan dan perbaiki.

Peran parpol mengisi gap pemerintah dengan masyarakat

Peran dan fungsi partai tidak hanya “nongol sesaat disaat pilkada/pemilu”, tapi parpol memiliki fungsi sosialisasi politik, mobilisasi politik, representasi politik, partisipasi politik, legitimasi sistem politik, dan pelayanan publik kepada masyarakat (simon, basri 2011:120). Di tengah masih “miskin”nya perhatian parpol parpol di Indonesia dalam melakukan pelayanan publik, PKS telah maju menjadi partai terdepan menjadi teladan dalam fungsi pelayanan ini. Pelayanan publik dari parpol inilah yang mengisi ruang ruang kosong bagi masyarakat yang tidak tersentuh oleh Negara (pemerintah).

Setidak nya ada beberapa point mengapa PKS layak menjadi teladan dalam politik pelayanan.
pertama, pelayanan publik yang diadakan PKS, dari bakti sosial tingkat RT/RW/Kelurahan, terjun ke lapangan membantu korban bencana alam, hingga posko mudik tingkat nasional, tidak hanya sebatas momentum pilkada dan pemilu, tapi benar benar telah menjadi agenda utama dan rutin partai.

kedua, pelayanan (khidmat) ini telah termaktub dalam visi dan misi Munas ke 4 PKS, bahkan ketua majelis syuro, Ustadz Salim Segaf Al Jufrie, menyatakan bahwa khidmat (pelayanan publik) merupakan ruh bagi kader PKS yang akan terus dilakukan. inilah kuncinya, satu gerbong lembaga diarahkan menjadi teladan dalam pelayanan publik.

Apa yang telah dibangun oleh PKS menjadi teladan dalam politik pelayanan di kancah perpolitikan nasional patutlah kita apresiasi, karena membangun sebuah organisasi dengan mesin yang terus bekerja dalam modal yang minim sangatlah sulit, apalagi ditengah budaya hedonitas dan money politic yang begitu gencar menghadang dari berbagai arah, butuh sebuah dorongan besar yang lahir dari pembinaan kader secara kontinyu agar mesin partai selalu dinamis bergerak melakukan pelayanan publik.

Besar harapan, semoga keteladanan ini menjadi inspirasi bagi parpol-parpol nasional, untuk masyarakat yang lebih sejahtera, untuk Indonesia yang lebih baik.

“Help others and give something back. I guarantee you will discover that while public service improves the lives and the world around you, its greatest reward is the enrichment and new meaning it will bring your own life”, Arnold Schwarzenegger (Gubernur Negara Bagian California, USA 2003-2011)

*Penulis adalah Pekerja Professional Telco di Saudi Telecom Company, Riyadh, KSA

Referensi :
[1] https://www.islampos.com/pks-sediakan-80-posko-mudik-di-jawa-sumatera-dan-sulawesi-287058/
[2] http://pkskabserang.or.id/nusantara/humas-pks-30-171-pemudik-kunjungi-posko-mudik/
[3] http://nasional.sindonews.com/read/1122909/15/pks-layani-30-ribu-pemudik-1468319916
[4] http://news.metrotvnews.com/opini/Wb7MljPK-gotong-royong-politik-pelayanan

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *