0

Ramadhan momentum meraih kemenangan dunia dan akhirat

Oleh : Abu Kautsar

Puasa bulan Ramadhan di syariatkan pada tahun kedua hijriyah, Sampai hari ini umat islam telah menjalankan puasa sebanyak 1437 kali puasa. Sesungguhnya bulan Ramadham adalah bulan akumulasi dan bulan ujian bagi umat Islam dalam beribadah

Apakah pada selain bulan Ramadhan umat Islam tidak pernah melakukan Puasa..? Apakah selain bulan Ramadhan umat Islam tidak pernah Qiyam..?Apakah selain bulan Ramadhan umat Islam tidak pernah tilawah Al-Quran…?
Apakah selain bulan Ramadhan umat Islam tidak pernah bersodaqoh..?
Apakah selain di bulan Ramadhan umat Islam tidak bisa menahan rasa sabar..?
Apakah selain bulan ramadhan umat Islam tidak pernah memperbaharui keikhlasanya…? semuanya pernah dilakukan selain bulan Ramadhan,hanya saja pada bulan ramadhan ini umat Islam di perintahkan agar intensitas ibadahnya lebih baik secara kuantitas dan kualitas.
Selain bulan ramadhan umat Islam pernah melakukan puasa,qiyamulail,tilawah,bersodaqah,bersabar dan memperbaharui keikhlasan. Akan tetapi pada bulan Ramadhan durasi ibadahnya lebih panjang dibandingkan ibadah-ibadah lainya sehingga Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi orang-orang beriman yang berpuasa dengan reward pahala yang luar biasa.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ ، فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي {رواه مسلم 1151)

“Setiap amalan bani Adam dilipatgandakan, satu kebaikan di berikan sepuluh sampai tujuh ratus lipat kebaikan Allah Azza wajalla berfirman “kecuali puasa dia untukku dan aku yang akan membalasnya, menahan syahwat dan makan karena demi aku” (HR.Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW memberikan reward pahala dengan memberikan pintu masuk khusus di surga

إِنَّ لِلْجَنَّةِ ثَمَانِيَةَ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانُ لا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Sesungguhnya di surga ada
delapan pintu masuk ,didalamnya ada satu pintu bernama Araayan, tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa”

reward yang berikutnya Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، يَقُولُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ . وَيَقُولُ الْقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ . قَالَ : فَيُشَفَّعَانِ ) . صححه الألباني في ”
صحيح الجامع” (7329) .

“Puasa dan Al-Quran
keduanya menjadi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat, berkata Puasa “Ya Robbi ia terhalang makan dan syahwatnya pada siang hari maka aku berikan syafaat baginya. berkata Al-Quran Ya Rabbi”Dia terhalang tidur malam karena aku maka aku berikan syafaat untuknya” [ di sahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam sahih Jami’]

Karena Kemuliaanya bulan Ramadhan memiliki banyak nama dan istilah,para ulama menamakannya dengan bulan puasa, bulan Quran, bulan qiyam, bulan magfirah, bulan kebaikan, bulan sodaqah, bulan da’wah dan bulan doa.

Pada satu malam bulan Ramadhan Rasulullah SAW pernah berdoa begitu serius dan penuh pengharapan kepada Allah SWT

اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي ، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي ، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ ، لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ )

“Ya Allah wujudkanlah untuk kami apa yang engkau janjikan, ya Allah berikanlah kepada kami apa yang engkau janjikan, ya Allah jika sekumpulan kaum muslimin ini engkau binasakan maka tidak ada yang akan menyembah engkau di muka bumi ini.”

Rasulullah SAW terus melantunkan doa seraya menengadahkan kedua tanganya sambil menghadap kiblat hingga sorbanya terjatuh, kemudian Abu Bakar Assidiq meletakannya kembali di atas pundaknya sambil menjaganya dari belakang lalu berkata: “wahai nabi Allah, doa engkau kepada Tuhanmu sudah cukup, karena Dia pasti akan mewujudkan apa yang Dia janjikan untukmu.” (HR. Muslim III/1383 no.1763,

dan setelah itu Allah SWT menurunkan ayat

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“Ingatlah ketika kamu
memohon pertolongan kepada Tuhanmu ,Allah perkenankan bagimu “Sesungguhnya aku mendatangkan bala bantuan kepdamu dengan menurinkan seribu malaikat yang datang
berturut-turut” [Al-Anfal ; 9]

Doa ini terjadi pada peristiwa perang badar, dan perang badar terjadi pada tahun kedua hijriyah tidak lama setelah disyariatkan puasa. Latar belakang doa ini karena Rasulullah SAW menyadari betul bahwa perang badar adalah babak penentuan eksistensi umat Islam. Eksistensi da’wah islamiyah dan eksistensi agama Allah di muka bumi sementara jumlah pasukan Islam sangatlah minim hanya berjumlah 319 sementra pasukan Kafir qurais berjumlah 1000 lebih dengan dukungan logistik yang mencukupi sehingga secara akal manusia akan sulit memenangkan pertempuran ini apalagi pertempuran ini tidak direncanakan sejak awal.
tetapi Allah maha menentukan segala sesuatu, karena doa Rasulullah dan dibarengi dengan keimanan dan ketaqwaan para sahabat akhirnya Allah anugrahkan kemenangan bagi Umat Islam memenangkan pertempuran yang berkecamuk selama tiga hari, hari jumat, Sabtu dan ahad, kemudian kemenangan ini Allah abadikan dalam Al-Quran dengan istilah yaumal furqan sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Anfal ayat 41

وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan apa -apa yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhamad) di hari furqan yaitu hari bertemunya dua pasukan ,dan Allah berkuasa atas segala sesuatu”
dan Dalam Ayat 123 surat Ali Imran

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرون

“Sungguh Allah telah menolong kamu pada perang Badar padahal ketika itu kalian dalam keadan lemah(jumlah yang sedikit)maka bertaqwalah agar kalian bersyukur”.
Ada beberapa pelajaran penting pada Peristiwa perang badar di antaranya adalah

a.Bulan puasa bukan dijadikan bermalas-malasan untuk mengukir prestasi.

b.Pertempuran antara haq dan bathil akan terus ada sampai hari kiamat.

c.Puncak keimanan dan ketakwaan para sahabat sedang berada dalam puncak tertinggi.

d.Rasulullah SAW memberikan penghargaan khusus bagi veteran perang badar dengan jaminan surga.

e.Rasulullah SAW memberikan contoh tata cara dan adab berdoa.

f.Rasulullah SAW menunjukan kepiawaiannya dan kapasitas sebagai panglima perang yang jenius ditopang dengan kekuatan wahyu dari langit.

g.Islam mengajarkan adab dan tata cara menghargai para pahlawannya, karena bangsa Indonesia mendapat anugrah kemerdekaan adalah pada tanggal sembilan bulan Ramadhan.

Kemenangan perang badar adalah prestasi gemilang yang sudah diraih para Sahabat sebagai pendahulu Islam pada bulan Ramadhan.

Dan dalam konteks kekinian bagaimana dan apa syarat-syarat untuk meraih kemenangan di dunia dan akhirat.
Dalam Al-Quran Allah SWT menjelaskan lima syarat kemenangan bagi umat Islam pada bulan Ramadhan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang baik,perbaiki amal-amal kalian dan meminta ampunan dosa-dosa kalian dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan mendapat kemengan besar. [Al-Ahzab ; 70-71]

Ayat diatas di awali dengan panggilan kepada orang-orang beriman, Panggilan yang menunjukan kasih sayang dan penghargaan Allah kepada umat Islam,dalam Al-Quran Allah SWT mengulang-ngulang panggilan tersebut sebanyak sembilan puluh kali sehingga sahabat Abdullah bin Masud berkata “apabila kalian mendengar firman Allah SWT wahai orang-orang beriman maka pasang dan dengar telinga kalian baik-baik karena disana ada perintah,ada larangan,ada kebaikan ada keburukan ”

Banyak orang mengklaim dirinya beriman tetapi Allah punya standar akan sifat orang-orang beriman yang baku sampai hari kiamat.
dalam surat Al Anfal Allah menjelaskan sifat orang beriman adalah :apabila disebut nama Allah bergetar hatinya,dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah keimananya,dan hanya kepada Allah mereka bertawakal, mendirikan shalat dan menginfaqkan sebagian rizkinya.sementara dalam surat Almuminun Allah menambahkan sifat orang beriman adalah yang menjaga shalatnya, mampu menjaga amanah dan menjaga kemaluannya (tidak berzinah).
kemudian setelah itu Allah SWT memerintahkan kepada taqwa.

taqwa kepada Allah adalah tujuan semua ibadah dan orang yang benar-benar bertaqwa balasannya surga.

4) إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (45) ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ

“Sesungguhnya orang-orang beriman tempat kembalinya surga,masuklah dengan tenang” [QD:Al-Hijr 44-45]

Parameter taqwa dalam Al-Quran sangat jelas, Dalam surat Al-baqarah ayat 2-4 Di jelaskan bahwa parameter orang-orang bertaqwa adalah mengimani sesuatu yang goib, mendirikan shalat dan menginfaqan sebagian hartanya, sementara. Dalam ayat lain parameter taqwa adalah berinfaq dalam keadaan lapang dan sempit,menahan amarah, pemaaf dan segera beristigfar apabila melakukan keslahan dan dosa kecil.

Sementara parameter ketaqwaan yang dijelaskan dalam surat Ali Imran adalah agar berinfaq dalam kedaan sempit dan lapang, menahan amarah
dan pemaaf serta segera beristigfar memohon ampunan ketika melakukan salah dan dosa.

Dan syarat kedua untuk meraih kemenangan dunia akaherat adalah bertutur kata yang lurus, baik dan bermanfaat Rasulullah SAW bersabda :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر، فليقل خيرًا أو ليصمت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka bertutur katalah yang baik atau diam”
Ibnul Qayyim berkata “banyak ahli ibadah yang tergelincir karena tidak mampu menjaga lisannya”.dan lisan pula yang banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ . [حكم الألباني: إسناده حسن]

“Kebanyakan manusia yang masuk surga karena ketaqwaannya kepada Allah dan akhlaq yang baik,dan sahabat juga bertanya tentang kebanyakan manusia masuk neraka, Nabi menjawab “Mulut dan kemaluan”.

Syarat ketiga untuk meraih kemenangan adalah memperbaiki amalan,amal sholeh adalah bekal seorang hamba untuk memghadap Rabbnya، dan pada bulan Ramadhan ini semua amalan dituntut harus lebih baik dari selain Ramadhan demi meraih surga-Nya.

Sementara syarat keempat untuk meraih kemenangan adalah memperbanyak istigfar sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, dalam sehari beliau beristigfar tidak kurang dari tujuh puluh kali, sementara dalam Al-Quran Allah SWT menjelaskan keutamaan dan faedah memperbanyak istigfar،dalam surat Annaml ayat 46

 

لَوْلا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون

“ءHendaklah kamu memohon ampun kepada Allah agar kamu
mendapat keuntungan”.

sementara dalam surat Nuh Allah SWT berfirman :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka “mohon ampunlah kepada Tuhanmu sesungguhnya dia adalah maha pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadanu dengan lebat dan menambah harta dan anak-anakmudan mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai ”

 

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً (هود؛3 )

“jika kalian memohon ampun kepada Rabb kamu kemudian bertaubat kepadanya niscaya dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang di tentukan [Hud: 3]

“Assyaikh Assyanqithi menafsirkan yumati’kum adalah,selalu dimudahkan rizkinya dan dianugrahkan kesehatan terus menerus”

Syarat kelima untuk meraih kemenangan dunia akherat adalah seorang muslim harus taat kepada Allah dan Rasulnya. Taat kepada Allah dan Rasulnya adalah jaminan keselamatan,keberuntungan dan kemenangan di dunia dan akherat.
dalam surat alanfaal Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ (20) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ (21)

“wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya ,sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya) dan janganlah kamu menjadi orang munafiq yang berkata”kami mendengarkan padahal mereka tidak mendengarkan” {QS:Al-Anfaal : 20-21}

Riyadh,13 Ramadhan 1439 H
—————————————–
Ahad,28 Mei 2018

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *