0

TARBIYAH, NILAI, DAN INSHANUS SHAALIH

Oleh : Achir Fahruddin

PKS Riyadh – Jauh sebelum bangsa arab mengenal islam, peradaban di dataran timur tengah dulunya merupakan tempat dimana orang-orang bersuku mengenal sistem dengan pendekatan bernenek moyang. Dari waktu ke waktu, terbentuklah kebiasaan secara turun temurun yang diadopsi oleh kelompok masyarakat dari apa yang telah ditanamkan pendahulu mereka dalam bentuk kebendaan, aturan-aturan serta prinsip hidup yang masih jahiliyah.

Betapa rapuhnya jahiliyah dizamannya sampai Allah SWT menurunkan risalah kenabian terakhir kepada anak manusia dari suku itu sendiri yang secara bertahap mengembangkan dakwah dan membangun peradaban islam sekaligus mengubah wajah jahiliyah yang gelap menuju cahaya islam yang benderang.

Dataran timur tengah menjadi saksi cerita itu, peninggalan peradaban islam menjadi bukti bahwa cahaya itu masih menerangi ummat untuk memahami bahwa proses peradaban yang ada akan tetap berlangsung hingga yaumil qiyamah nanti datang dan memusnahkan peradaban itu sendiri.

Sejak setahun yang lalu menginjakkan kaki di Saudi Arabia, saya selalu memikirkan tentang dahsyatnya perubahan yang terjadi pada diri bangsa arab. Pondasi dibangun dalam sistem yang mengatur kehidupan menjadi lebih baik dengan tuntunan Quran dan Sunnah. Masyarakat yang dulunya kafir dan munafik berubah menjadi masyarakat yang alim, berpegang pada dua tuntunan agama dan mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perubahan dahsyat ini menjadi kesuksesan terbesar Nabi Muhammad sebagai pemimpin, abdi negara, pendakwah yang memiliki kekuatan mengubah peradaban dan membentuk peradaban baru dari tujuan risalah yang Allah SWT tetapkan.

Di kesempatan ini kita bisa mengambil hikmah dengan mengkaji nilai ibadah puasa yang menjadi salah satu pondasi dari rukun agama. Bulan ramadhan sebagai sebuah keberkahan menjadi satu diantara bulan lainnya yang identik dengan ibadah mahdah yang padat. Penguatan aspek ruhiyah dilakukan dengan menjaga seluruh pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh dari hal yang tidak bermanfaat, lisan yang senantiasa berdzikir dan mengucap keagungan tuhan, meringankan tangan untuk memberi dan mempererat tali silaturahim.

Keagungan bulan berkah ini akan mencapai puncak dengan dinantinya “Lailatul Qadar” sebagai penenang dan pengharapan yang dinanti serta diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Jika dibulan bulan lainnya aspek intelektualitas mendominasi seluruh rangkaian kegiatan dalam proses kehidupan maka bulan ramadhan menjadi muhasabah dan bulan penuh spiritualitas. Aspek ruhani ditempa sedemikian rupa dengan ibadah-ibadah yang menjadi pondasi dari salah satu rukun agama untuk tujuan ruhiyah dan kesalehan sosial.

Pertarungan antara nafsu amarah dan mutmainnah adalah sisi lain dalam upaya pembersihan jiwa agar diujung ramadhan diharapakn mampu menampilkan watak-watak keislaman sebagaimana harapan di idhul fitri yang secara keseluruhan kembali pada penyucian jiwa itu sendiri.

Berada di Saudi sungguh membuat saya memahami bahwa suasana keislaman sangat terasa meski hakikat baik dan buruk akan selalu ada dalam diri manusia sebagai tolak ukur dalam mengambil pelajaran kehidupan. Namun dengan demikian, nilai terpenting dari ibadah puasa adalah pertama; peningkatan diri. Ibadah puasa tidak hanya bagaimana menyucikan jiwa, memulai lembaran kosong setelah lebaran tetapi yang terpenting adalah peningkatan jiwa atau perpindahan dari jiwa yang amarah menuju mutmainnah. Kedua; penguatan diri. Bulan spiritualitas senantiasa menjadi penguatan diri bagi kita untuk berbenah dan muhasabah. Rangkaian kegiatan di bulan ramadhan seperti qiyamul lail, tadarus Al Quran dan i’tikaf merupakan penguat karakter dalam membentuk inshanus shaalih.

Semoga di bulan ramadhan ini, kita bisa berubah, berbenah dan meningkatkan kekuatan ruhiyah sekaligus berhijrah dari kondisi yang stagnan menuju pribadi tangguh, kuat dan taqwa. Pelajaran masa lalu adalah renungan, hari ini adalah kenyataan dan masa depan adalah harapan.*

Saudi Arabia, 13 Juni 2017

Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *