0

Tarhib Ramadhan untuk Qiyadah Dakwah

anis matta

Oleh: Ust. Anis Matta, Lc

 

Sekarang kita mulai ramaikan Ramadhan, pasang spanduk Tarhib di seluruh pojok kota dan pelosok desa.

Kita perlu meramaikan Ramadhan agar tumbuh munaakh ta’abbudi yang bisa menjadi “memori spiritual” yang indah bagi anak-anak dan remaja, sekaligus momentum perbaikan dan muhasabah bagi orang dewasa dan orang tua, juga menjadi sarana perekat sosial dalam masyarakat termasuk dengan kalangan non muslim.

Lakukan semua cara yang mungkin untuk itu: Gerakan bersihkan masjid, Parade Tarhib untuk anak-anak dan ibu, Pemasangan lampion di gang-gang dan kampong-kampung, Bazar sembako murah, Berbagai macam lomba, dan seterusnya .. Antum semua lebih tau ..

 

Ini juga menjadi momentum rekrutmen dan robthul ‘am, salah satu yang membuat manusia gampang bertaubat dan kembali ke jalan Allah saat pertengahan umur adalah memori-memori spiritual yang mereka miliki di waktu kecil

Misi politik adalah “menciptakan suasana” yang mendekatkan orang kepada Allah.

Ramadhan harus dijadikan bulan bagi semua orang..termasuk non muslim..

Suasana yang mendekatkan orang kepada agama yang menjadi misi politik untuk menciptakannya adalah kebebasan, akal sehat dan nuansa spiritual.

Kebebasan adalah platform agama..sebab agama adalah pilihan..dan orang hanya memilih dalam keadaan bebas..jd tidak ada syariat sebelum adanya kebebasan..tidak ada syariat yang diterapkan dengan paksaan..

Akal sehat adalah dasar pembebanan (taklif) dalam agama..seseorang hanya bisa diberi beban dalam agama kalau dia berakal..karena gila menghilangkantaklif..wahyu ini diturunkan kepada orang yang berakal..karena itu tidak ada pertentangan antara akal dan wahyu..jadi dengan menghidupkan akal sehat dan rasionalitas di tengah masyarakat kita mendekatkan mereka kepada hakikat agama..

Nuansa spiritual adalah situasi yang dapat membangkitkan fitrah tadayyun dalam diri manusia.. yang ia bawa sejak ruh ditiupkan kedalam dirinya..

Tugas dakwah politik adalah menjaga dan mempertahankan kebebasan dalam sistem demokrasi.. menghidupkan rasionalitas dan menciptakan nuansa spiritual yang kental dalam semua aspek kehidupan..

Pada hakikatnya dakwah adalah kerja untuk merekayasa proses beragama masyarakat هندسة التدين

Kebebasan, rasionalitas dan spiritualitas adalah “lingkungan strategis” yang diperlukan untuk menciptakan proses beragama secara baik..

Ramadhan ini adalah salah satu wasilahnya..

Dimanakah letak “kesejahteraan” dalam mendekatkan orang kepada agama??

Kesejahteraan tidak dengan sendirinya dapat mendekatkan orang kepada agama.. seperti kesejahteraan di Barat yang membuat sebagian besar mereka menjadi atheis..

Tapi kesejahteraan dapat “dimanfaatkan” untuk mendekatkan orang kepada agama..

Kebutuhan fisik pada sebagian besar manusia selalu mendahului kebutuhan spiritualnya..

Setelah kebutuhan fisik adalah kebutuhan psikologis yaitu kebutuhan akan rasa aman..

Karena itu Allah baru menyuruh manusia menyembahNya setelah “memberi untuk makan yang menghilangkan lapar dan mengamankan untuk dari semua rasa takut”…

Jadi lapar dan takut adalah dua masalah fundamental yang selalu menjadi kendala sebagian besar manusia untuk beragama..

Kebebasan menyelesaikan rasa takut dan kesejahteraan menyelesaikan rasa lapar..

Jadi kesejahteraan bisa menjadi “muqoddimah” yang mengantar orang kepada hakikat agama..

Itu kalau secara politik kita manfaatkan dengan baik.

Dengan begitu kita mengintegrasikan semua pendekatan yang ada dalam psikologi, sosiologi, ekonomi dan politik dalam sebuah kerja dakwah yang berbasis pd pendekatan  هندسة التدين

Secara politik maka musuh agama yang paling besar adalah kezaliman yang menghilangkan kebebasan atau kedikitaatoran.. apapun nama rezim atau sistemnya..

Misi jihad harbi adalah menghilangkan kendala kezaliman atau kedikitaatoran itu.. bukan memaksakan agama..

Secara ekonomi musuh agama adalah kemiskinan, walaupun ia tidak menghilangkan kebebasan tapi ia mengurangi pilihan-pilihan hidup dan moral manusia..karena itu kemiskinan mendekatkan orang kepada kekufuran.. dalam wirid pagi dan petang kita berdoa dilindungi dari kekufuran dan kefakiran..

Secara sosiologis musuh agama adalah kebodohan.. karena kewajiban-kewajiban agama hanya dapat terlaksana dalam masyarakat berpengetahuan..

Secara psikologis beragama adalah fitrah manusia.. maka kita hanya perlu menciptakan “nuansa spiritual” yang dapat membangkitkan fitrah itu dan menjadi dominan dalam dirinya..

redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *